Teori Film

Sabtu, 23 Desember 2023

SEMINAR SEMIOTICS AND DOCUMENTARY_oleh Tanete Pong Masak_ 4 Juni 2008

Seminar ini diselenggarakan pada 4 Juni 2008 di Institut Kesenian Jakarta

Tantangan Literasi Digital Dalam Data 2023

Literasi adalah: Kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan memahami suatu bahasa. Secara umum, literasi mencakup keterampilan dalam membaca dan menulis, serta melibatkan pemahaman dan penerapan konsep-konsep tertentu.

Selasa, 28 Desember 2021

Kitsch_(istilah istilah yang aneh jaman kuliah kajian Film)

1. Modernism/modernity perubahan, ambiguitas, keraguan, resiko, ketidakpastian dan keterpecahan yang melahirkan modernisme yang rasional, ketat, serius, sistematis dan tertib dan juga mendominasi cara berpikir masyarakat dunia. 2. Post-Modernism merupakan sebuah wacana kritis yang mencoba mempertanyakan kembali batas-batas, implikasi dan realisasi asumsi-asumsi modernisme. Karena modernisme dianggap telah gagal dalam menuntaskan proyek pencerahan dan banyak menyebabkan patologi modernitas seperti alienasi, diskriminasi, rasisme perang dunia, hegemoni budaya, dsb. 3. Grand Narrative Prinsip-prinsip yang menegakkan modernisme seperti rasio, ego, ide absolute, totalitas, oposisi biner, subjek, kemajuan sejarah linear. 4. Hyper Reality ketika realitas yang dibentuk dalam ruang simulasi tersebut menjadi satu realitas yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat, padahal realitas tersebut hanyalah sebuah realitas yang semu dan didominasi oleh citraan. 5. Pastiche adalah karya sastra, seni atau arsitektur yang disusun dari elemen-elemen yang dipinjam dari berbagai sumber, pengarang, seniman atau arsitek dari masa lalu. Sehingga karya seni seperti ini oleh beberapa oarng dianggap sebagai karya seni yang miskin orisinilitas. 6. Parody adalah sebuah komposisi dalam karya sastra, seni atau arsitektur yang di dalamnya terdapat pemikiran dan ungkapan khas yang sengaja diimitasi untuk membuatnya bersifat humor bahkan absurd. 7. Simulacrum merupakan sebuah dunia yang terbangun dari sengkarut nilai, fakta, tanda, citra dan kode. Sehingga realitas tidak lagi memiliki referensi kecuali simulacra itu sendiri.
8. Kitsch Berasal dari bahasa jerman sering digunakan sebagai peng-kategorisasian seni yang merupakan sebuah imitasi dari style yang ada. Kata ini juga digunakan pada seni yang dianggap memiliki selera yang rendah. Kitsch ini merupakan kebalikan dari high art (seni tinggi) yang terkesan lebih eksklusif. Biasanya kitsch banyak berkembang di lingkungan rakyat biasa / jelata yang jauh dari nilai-nilai “seni adiluhung”. 9. Post Structuralism Post structuralism merupakan dampak atau dapat dikatakan sebagai sebuah kelanjutan dari structuralism yang pada dasarnya akan semakin sulit untuk dapat jelaskan. Hal ini dikarenakan pada post structuralism banyak teori-teori kritis yang berkembang pada abad ke-20.

ANALISIS GENERASI X DALAM FILM TURAH (teori Generasi Stillman)

tulisan in telah dipublikasikan pada Jurnal Capture (ISI Solo) https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/capture/article/view/2197 ABSTRAK Film adalah salah satu media yang bisa menggambarkan sebuah generasi berbicara dalam suatu jaman. Kegagapan generasi tua sering digambarkan sebagai pelaku berpikiran konservatif menghadapi perubahan zaman. Disisi lain kegamangan generasi muda menghadapi zamannya sendiri dihadapkan pada -nilai warisan selalu bertentangan dengan prinsip hidup modern. Tulisan ini menganalisa bagaimana generasi-generasi tersebut dipresentasikan kedalam film. Mengambil film Turah sebagai bahan penelitian, penulis menganalisa lebih jauh bagaimana karakter tokoh dalam film tersebut mewakili generasinya. Penulis menggunakan dua perangkat analisis yaitu teori generasi David dan Jonah Stillman untuk mengidentifikasi generasi dan karakteristiknya. Kedua, analisis shot Christian Metz untuk mengkaji relasi generasi dalam film Turah. Turah adalah tokoh utama dalam film mewakili generasi x (paruh baya). Generasi x memiliki peran sebagai penjembatan antara generasi diatasnya dengan generasi dibawahnya (millenial). Kemampuan generasi x dalam menyerap nilai-nilai pendahulunya untuk diwariskan ke generasi milenial akan membentuk karakter generasi z, generasi terjauh dari para pendahulunya. Kata kunci: film, turah, generasi, generasi x, milenial.
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam siklus generasi, warisan bukan sekedar benda atau materi yang diberikan secara turun temurun, warisan merupakan simbol yang menjembatani masa lalu dan masa kini beserta nilai-nilai dan kenangan yang terkandung di dalamnya. Seperti toko kaset peninggalan ayah Galih dalam film Galih dan Ratna (2017) yang menjembatani dua generasi yang berbeda antara ayah dan anak. Warisan bisa juga berupa nasehat tentang nilai-nilai kehidupan seperti yang ditunjukkan pada rekaman-rekaman video yang dibuat bapak sebelum meninggal kepada kedua putranya dalam film Sabtu Bersama Bapak (2016). Atau tugas dan tanggung jawab berupa keterampilan maupun profesi yang diturunkan dari generasi ke generasi seperti dalam film Cek Toko Sebelah (2016). Film tidak seluruhnya menampilkan hubungan antar generasi secara jelas dan terbuka seperti film-film berlatar konflik keluarga. Beberapa film memperlihatkan konflik yang lebih luas dengan narasi yang jauh berkembang. Masyarakat merupakan kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi memiliki potensi konflik menarik yang kerap diangkat kedalam film. Konflik dalam masyarakat tidak semata-mata hanya dapat dilihat sebagai konflik sosial atau antar kelas ala marxisme, jika kita melihat lebih jauh disana terdapat benturan nilai yang dianut oleh generasi-generasi yang berbeda di dalamnya. Konflik antar generasi yang berkembang dalam masyarakat termasuk dalam persoalan ‘warisan’ tidak lagi membahas tentang hubungan darah dan kekerabatan. ‘Warisan’ lebih jauh dipahami tentang kesinambungan peran-peran sosial dalam masyarakat (pemimpin, pekerja, dll). Meski terkesan sepela namun peran-peran sosial dalam masyarakat inilah yang akan menjaga suatu peradaban (civilitation) dapat terus berlangsung. Tulisan ini bertujuan menganalisa relasi serta konflik antar generasi yang terjadi dalam masyarakat pada film Turah, bagaimana karakter tokoh-tokoh dalam film tersebut mewakili generasinya masing-masing. Film Turah sendiri dipilih sebagai wakil film Indonesia dalam Oscar Academy Award 2018 ini dirasa tepat mewakili karakter generasi Indonesia yang hidup di daerah terpinggirkan. Meski kecenderungan kajian tentang generasi mengambil sampel kehidupan diperkotaan, dari sini kita dapat melihat bahwa setiap generasi memiliki persamaan karakter secara umum baik mereka yang tumbuh di perkotaan maupun di kampung dan daerah-daerah pinggiran sekalipun.
(Sutradara film Turah, sumber: Kumparan) 2. TINJAUAN PUSTAKA Generasi tidak memiliki defenisi yang pasti, karena tokoh yang mempelajari generasi tidak hanya Strauss dan Howe. Bagi mereka generasi adalah agregat dari semua orang yang lahir selama rentang waktu dua puluh tahun. Generasi dalam kamus bahasa Indonesia merujuk pada (1) sekalian orang yang kira-kira sama waktu hidupnya; angkatan; turunan; (2) masa orang-orang satu angkatan hidup. Secara umum generasi dapat dijadikan ukuran atau satuan waktu yang berhubungan dengan waktu silam, kini atau yang akan datang. Dalam pengertian yang lebih sempit, generasi dalam keluarga merupakan kelompok keturunan. William Strauss dan Neil Howe dalam bukunya Generation mendefinisikan generasi sebagai agregat dari semua orang yang lahir dalam rentang waktu sekitar dua puluh tahun atau sekitar panjang fase dari masa kanak-kanak, remaja, paruh baya dan usia tua. Setiap satu generasi akan berbagi pengalaman, peristiwa sejarah, dan trend sosial bersamaan. Hal inilah yang menyebabkan suatu generasi akan berbagi beberapa kepercayaan dan perilaku yang sama. Sebuah generasi memiliki kecenderungan mengidentifikasi dirinya berbeda dengan generasi lainnya.(Strauss and Howe 1991:60) Ibnu Khaldun (1332-1406) dalam bukunya berjudul Muqaddimah mencetuskan istilah Ashabiyyah (Esposito, 2001:198) atau lebih dikenal sebagai teori siklus peradaban. Teori ini menyebut suatu kekuasaan hanya berumur satu generasi hidup dimana umur satu generasi disebutkan tidak akan melebihi usia hidup manusia antara empat puluh hingga enam puluh tahun. Kekuasaan dengan sistem yang stabil akan bertahan selama beberapa generasi membentuk suatu negara atau peradaban. Dalam teorinya, Ibnu Khaldun menyebut timbul tenggelamnya suatu peradaban (negara) melalui 5 tahapan: (Raliby, 1963:242) 1. Tahap sukses, dimana otoritas negara (penguasa) didukung oleh masyarakat (ashabiyyah) yang berhasil menggulingkan kedaulatan dan dinasti sebelumnya. 2. Tahap tirani, dimana penguasa berbuat sekehendaknya pada rakyatnya. Nafsu menguasai tidak terkendali. 3. Tahap sejahtera, ketika kedaulatan telah dinikmati. Segala perhatian penguasa tercurah pada usaha membangun negara. 4. Tahap tenteram dan damai, dimana penguasa dan masyarakat merasa puas dengan segala sesuatu yang telah dibangun para pendahulunya. 5. Tahap kemewahan, dimana penguasa menjadi perusak warisan pendahunya, pemuas nafsu dan kesenangan Proses pembentukan suatu peradaban akan memunculkan tiga generasi dengan ciri-ciri berikut : 1. Generasi pembangun dengan ciri kesederhanaan dan solidaritas yang tunduk pada otoritas kekuasaan yang didukungnya. 2. Generasi penikmat yang diuntungkan secara ekonomi dan politik dalam system kekuasaan yang stabil. Generasi ini memiliki ciri tidak peka terhadap kondisi masyarakat dan cenderung individualistic. 3. Generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosional dengan masyarakat/negaranya. Melanggengkan segala bentuk kebudayaan baik berupa materi, norma/nilai, maupun keterampilan harus selama mungkin melalui pewarisan dari generasi ke generasi merupakan bentuk mempertahankan peradaban itu sendiri. Meski pada akhirnya pewarisan tersebut terlihat lebih sebagai bentuk hegemoni kekuasaan masa lalu terhadap masa kini dan masa depan. Merujuk pada pengelompokan generasi menurut Strauss dan Howe menyebutkan satu generasi merupakan semua orang yang lahir dalam rentang waktu sekitar dua puluh tahun atau sekitar panjang fase dari masa kanak-kanak, remaja, paruh baya dan usia tua. Setiap generasi setidaknya memiliki selisih usia 20-15 tahun. David dan Jonathan Stillman membagi tiap generasi yang ada saat ini ke dalam kolom sebagai berikut:(Stillman and Stillman 2018:1) Tabel 1. Pembagian generasi yang ada saat ini. Generasi Tahun lahir (rentang usia) Traditionalist Pra-1946 (+72 tahun) Baby boomer 1946-1964 (72-54 tahun) Generasi x 1965-1979 (53-39 tahun) Milenial 1980-1994 (38-24 tahun) Generasi z 1995-2012 (23-6 tahun) Setiap generasi telah berbagi peristiwa, trend dan isu yang sama menjadikan setiap generasi memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Sementara generasi yang ada secara alamiah menjadi ‘pengasuh’ bagi generasi selanjutnya.
3. METODE Kekuatan sinematik dan naratif membuka ruang untuk kita mampu melihat sebuah generasi yang ditampilkan dalam film. Sebagai contoh, ketika sebuah generasi menjadi oposisi bagi generasi lainnya maka membangun konflik dalam persefektif naratif film akan sangat menyenangkan bagi sutradara untuk menampilkan makna bagi penontonnya. Film, sebagai penggambaran atas realita sosial pada masanya selalu menampilan perbedaan perspektif terhadap nilai-nilai tersebut. Konflik seringkali terbangun sebab tidak adanya pihak atau gagalnya para generasi pendahulu menjembatani nilai-nilai kearifan tersebut kepada generasi selanjutnya. Untuk memahami bagaimana film menggambarkan karakter dan hubungan antar generasi diperlukan sebuah perangkat analisis sendiri terlepas dari teori tentang generasi itu sendiri. Tulisan ini menggunakan pendekatan analisis shot Christian Metz untuk menemukan relasi antar generasi dalam film Turah. Pemaknaan relasi tersebut ditampilkan melalui interpretasi terhadap pola pengambilan gambar (shot). Relasi antar generasi yang terlihat dalam shot-shot film Turah merupakan gambaran kontekstual kondisi masyarakat dalam sebuah peradaban. Christian Metz dalam Film Language: A semiotics of the Cinema mengemukakan tujuan utama film adalah makna. Bagi Metz penelusuran makna dalam film memiliki dua perangkat yang mirip seperti bahasa yaitu penanda dan petanda. Namun dalam film, hubungan antara penanda dan petanda dinyatakan sebagai imaji. Bagi Metz film merupakan sebuah kesatuan sensori teknis yang dapat memberi pengalaman inderawi. Metz, dalam analisis filmnya menyebutkan bahwa shot (satuan terkecil dalam film) merupakan sebuah pernyataan (statements) yang memiliki kemungkinan yang tidak terbatas. Dalam shot terdapat montage, pergerakan kamera, efek optic, interaksi antar visual dan audio, kesemuanya bekerja dengan motivasi dan ikonik karena itu film sarat akan makna khusus.Shot dapat memberi informasi dan menjadi unit yang teraktualisasikan. Perhatian utama analisis film Metz adalah bagaimana makna dibangkitkan dan disampaikan melalui analisa unsur denotatif film. Unsur denotatif ini membangun, mengorganisir, dan mengkode (melakukan proses signifikansi) tanda-tanda yang terlihat dalam layar. (Metz 1990:70-72). Disinilah proses pemaknaan dalam film berlangsung.
SIMPULAN Hidup merupakan siklus perpindahan dari generasi ke generasi nilai-nilai tentang manusia dan kehidupan. Semakin lama nilai-nilai ini mengalami degradasi. semakin sulit sebuah generasi menjaga kemurnian sebuah nilai, karena itu harapan memiliki keturunan merupakan upaya menjaga kemurnian nilai-nilai tersebut Jika kampung Tirang merupakan simbolisasi sebuah peradaban, maka peradaban itu sedang berada pada masa krisis. Ia berada pada tahap akhir dari proses timbul tenggelamnya sebuah peradaban menurut Ibnu Khaldun, yang membuat penguasa menjadi perusak warisan pendahulunya. Konflik yang terjadi antara Jadag-Pakel, jika dilihat sebagai konflik generasi maka hal ini terjadi sebab perbedaan nilai yang dianut antara generasi tua (Jadag) dan generasi dewasa (Pakel) serta kegagalan Turah menjembatani keduanya. Turah berasal dari generasi tengah (paruh baya) yang berada diantara Jadag dan Pakel digambarnya menyerah dengan meninggalkan kampung Tirang paska kematian Jadag. Kepergian Roji meninggalkan kampung Tirang setelah menyaksikan kematian ayahnya pada scene akhir merupakan tanda lahirnya generasi yang tidak lagi memiliki hubungan emosional dengan masyarakat/negaranya. Gerakan kamera diakhir film yang menunduk merupakan simbol dari kepasrahan, kelesuan, dan keputus-asaan untuk terus mempertahankan generasi terakhir kampung Tirang (Roji) agar tetap berada dalam frame. Film Turah merupakan gambaran bagaimana suatu generasi bertahan dengan susah payah dan akhirnya kehilangan eksistensi. Film dalam banyak hal merupakan gambaran realitas yang terikat waktu pada masa film tersebut dibuat. Keterikatannya pada realitas dan waktu tersebut menjadikan film menarik sebagai bahan penelitian sosial. Film merepresentasikan zamannya, ia mewakili sebuah generasi dengan berbagai kompleksitasnya. Karenanya film menjadi salah satu rujukan untuk mengetahui karakter suatu masyarakat. Memahami karakter suatu generasi dapat menjadi landasan prediksi terhadap kondisi masyarakat kedepan. Dalam kondisi pragmatisnya, analisis karakter suatu generasi saat ini banyak digunakan dalam pemetaan minat, baik itu dalam pemasaran produk, kampanye politik, pendidikan, dll. Pada akhirnya film Turah (2016), seperti halnya film-film yang memperlihatkan kesenjangan nilai antar generasi, seharusnya menjadi peringatan bagi kita khususnya yang segenerasi dengan Turah (generasi x rentang usia 39-53 tahun) untuk segera mengambil langkah sebagai penjembatan antara generasi tua dan milenial. Generasi inilah yang menjadi ujung tombak peradaban agar menjaga nilai-nilai kearifan orang tua dan nilai-nilai kemodernan milenial menjadi sinergis sehingga generasi selanjutnya (generasi z dalam hal ini diwakili karakter Roji ) tetap memiliki ikatan emosional terhadap masyarakat dan negaranya

Selasa, 01 Desember 2020

N363RI MALING

Design Film Negeri Maling

Selasa, 31 Desember 2019

8 Tradisi Kualitataif-Kuantitatif

Jumat, 15 November 2019

Tanya Jawab Penelitian Kuantitatif

Minggu, 23 Desember 2018

Kajian Genre Film


Bila kita melihat ke belakang sebentar, dunia film kita pada era 90-an sempat lesu bahkan mati suri . film-film yang diproduksi pada masa itu ga ada yang menarik, genre-nya semua sama, yakni tak jauh soal Seks , padahal sebelum tahun ‘90 film Indonesia menarik perhatian masyarakat… masih ingat peran Rano Karno dengan Meriam Bellina dalam film Taksi, trus film fenomenal kita, Catatan Si Boy, belum lagi Babad Tanah Leluhu, Ramadhan dan Ramona (Jamal Mirdad & Lidya Kandou), Kejar Daku Kau Ku Tangkap (Dedy Mizwar & Lidya Kandou), yang bagi orang saat itu termasuk film terbaik kita dan pada tahun ‘90 film film  yang diproduksi berubah aliran semua dan banyak bintang bintanf  film yang tidak dikenal menjadi pemeran utamanya, seperti Reynaldi, Ibra Azhari, Ayu Azhari dll .

Minggu, 11 November 2018

Sastra dan Film Rashomon-1950. (Akutagawa & Kurasawa)



Sebuah sejarah

Rashomon adalah sebuah bangunan yang di Jepang  didirikan pada tahun 789 SM yang dulunya berfungsi sebagai gerbang benteng didaerah Kyoto, gerbang yang menjadi lambang keagungan dan kebanggaan selama kekaisaran Heian, sebelum akhirnya hancur akibat perang di abad ke -12. sehingga sekian lama tempat tersebut menjadi tempat para pelarian , persembunyian , tempat pembuangan mayat yang tak dikenal hingga bayi bayi yang tak dikehendaki orang tuanya menjadikan reputasi buruk gerbang Rashomon.bahkan menurut legenda orang orang jepang Rashomon dihuni oleh setan Ibaraki. Yang kemudian tempat tersebut di alih fungsikan menjadi taman .Hingga saat ini Rashomon hanya menyisakan sebuah tugu yang menandakan tempat tersebut pernah ada dan menjadi cerita tersendiri bagi orang orang Jepang.

Rabu, 20 Desember 2017

Coretan Balik Layar Film Ekspedisi Baruna Jaya Pulau Sumba : (Perlukah Film Dokumenter Menggunakan 'Artist Publik Figur'?)

-->
 Agustus tahun 2016 film dokumenter Baruna Jaya dibuat, sebuah ekspedisi dari teluk Jakarta menuju perairan Sumba, perjalanan ini merupakan pertama kali saya bisa mengikuti kapal riset kebanggaan LIPI ini. banyak cerita dan kendala di film ini mulai dari mesin kapal hingga post produksi, hingga penyelesaian filmnya sendiri hingga memakan waktu  2 tahun. 

Saya ingat ketika kapal Baruna Jaya berlabuh di Sumba, kami bertemu dengan beberapa kru film 'Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak', film ini sendiri sudah tayang dan sukses dipenghujung tahun 2017.

Saat ini film Baruna Jaya Sumba telah masuk tahap proses mixing audio, semoga saja awal tahun 2018 sudah bisa selesai. Sedikit bocoran aja, pengisi suara (narator) di film ini diisi oleh Adipati Dolken dan Darius Sinathrya yang sudi meluangkan waktunya untuk membantu mensyiarkan ilmu pengetahuan dengan cara mereka, kami mengundang  mereka berdua mengingat film dokumenter sulit untuk mendapatkan tempat di penonton, usaha ini paling tidak menumbuhkan gairah film dokumenter khususnya bertema ilmiah.


ini saya share skrip Baruna Jaya, serta beberapa foto selama perjalan.
link video teaser: LIPI Channel

 https://www.youtube.com/watch?v=gkOLjEbB7y0&t=48s

Senin, 06 November 2017

Meramal Pemenang Piala Citra Kategori FILM TERBAIK

-->
Tahuuuuu bullet di goreng dadakan...

ditulisnya cepat semoga tak menyesatkan.



Meramal  Pemenang Piala Citra Kategori FILM TERBAIK

Berdasar pada segala sesuatu bisa diprediksi kemungkinannya, maka saya tertarik ‘meramal’ siapa kira2 pemenang piala Citra di kategori film Terbaik di tahun 2017. Tetapi tentunya bukan dengan metode penerawangan atau pun metafisik, karna tulisan ini sangat spontan jadi saya belum tau nama metode yang digunakan dalam memprediksi film apakah yang terbaik di tahun ini. Lalu seperti apa metode ramalan ini?

Singkatnya saya mencoba melihat dari sinopsis dan cuplikan film  yang beredar didunia maya sebagai data utama, sementara pendapat pribadi setelah nonton   film nya sebagai data sekundernya saja, maka dari itu judul  tulisan ini menggunakan kata ‘meramal’.

 So mari kita bahas jo.

Panitia FFI memutuskan ada lima film berhasil masuk nominasi penjurian kategori Film Terbaik 

1.     Cek Toko Sebelah,

Sutradara: Ernest Prakasa, Produksi Starvision.



2.     Kartini

Sutradara: Hanung Bramantyo, Produksi Legacy Pictures, Screenplay films.



3.     Night Bus

Sutradara: Emil Heradi. Produksi  Kaninga Pictures.



4.     Pengabdi Setan

Sutradara: Joko Anwar. Produksi  Rapi Film.



5.     Posesif

Sutradara: Edwin. Produksi Palari Film.

Senin, 26 Desember 2016

Teripang di Pulau Sumba

Tulisan ini adalah tanya jawab saya dengan Peneliti Echinodermata, yang melakukan ekspedisi widya nusantara ke pulau Sumba di Augustus 2016

Nama saya Ana Setiastuti. Saya dari pusat penelitian Oseanografi dalam ekspedisi ewin ini. Saya mengerjakan /peneliti biota Teripang, yang saya kerjakan salahsatunya adalah mencari tahu konektifitas atau hubungan teripang-teripang yang di temukan di setiap lokasi yang telah ditentukan yang kita singgahi,  nanti didapatkan data  teripang ini baik asal maupun jenisnya.

 

Harapan nya dengan mengikuti ekspedisi Widya Nusantara ini adalah untuk mendapatkan data, karena minim data sama sekali tentang Sumba, baik mengenai koleksi biota, maupun parameter-parameter yang lain. 

Dalam imajinasi saya, Sumba ini berasal dari benturan antar lempeng bumi, harapan nya adalah ketika saya sampai disini saya bisa menemukan biota-biota yang mungkin berbeda dengan yang tempat yang lain nya.

  

Sebenarnya ini adalah geomorfologi, mungkin dari teman-teman geologi bisa menjelas kan sejarah terbentuk nya paparan sunda,

Indonesia  berada di paparan sunda, pulau Sumba ini salah satu nya termasuk ke bagian lester sunda. Lester sunda ini secara biologi umur nya masih muda di banding kan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia, karena ini terbentuk adanya pergeseran lempeng bumi sehingga membentuk pulau itu sepanjang jalur itu.



 



Penanya     : Adakah teripang yang unik disini?
Narasumber :  Belum ada, semuanya spesies yang umum di dapat.


Penanya     : Boleh di ceritakan proses saat penelitian itu seperti apa?
Narasumber :    untuk eksplorasi biota teripang, tim biologi harus mencapai pesisir dengan menggunakan perahu karet,  kemudian saat sampai di pesisir kita harus orientasi pesisir, yaitu untuk mendapatkan habitat yang tepat mengekpolari teripang jadi di satu titik itu kita harus kelilingi dulu untuk mencari teripang atau habitat nya.

Kapal Baruna Jaya VIII, Kapal Riset LIPI

Penanya     : Apa sih keunggulan teripang? Apa yang membuat teripang berbeda?
Narasumber : Teripang adalah timun laut yang di komersil kan, yang di konsumsi oleh masyarakat dan masuk dalam wilayah perdagangan.
Indonesia hingga sekarang 2016 mengkategorikan teripang dalam perdagangan itu hanya “Teripang” faktanya itu adalah multi spesies atau multi jenis.
Data terakhir yang saya eksplorasi tahun kemarin, ada 54 jenis masuk perdagangan dari dulu hingga saat ini.
sebenarnya teripang itu tidak hanya 1 jenis yang masuk perdagangan dan itu itu banyak jenis .
Kemudian fakta nya semakin kesini (tahun-tahun sekarang ) data dari masyarakat yang tidak tertulis dalam publikasi mengatakan bahwa teripang itu semakin sulit untuk di temui di alam.
Jadi salah satu tujuan ke Sumba adalah untuk membuktikan itu, apakah benar masyarakat disini mengeksploitasi? Apakah benar ada pengepul-pengepul tengkulak kesini?

 

Penanya     : Dan apa hasil nya?
Narasumber : Masyarakat disini tidak mengekploitasi untuk di jual tetapi mereka mengambil nya untuk di makan itu pun ngambil nya kadang-kadang ketika mereka menginginkan. Jadi memang belum terlalu di eksplor hasil laut nya disini khusus nya untuk teripang.

Penanya     : Bisa di jelaskan kesimpulan hasil ekspedisi ini khusus nya untuk penelitian teripang?
Narasumber : Jadi hasil yang sudah di dapatkan sudah lumayan cukup jauh, saya hanya bisa berbicara tentang diversity keragaman jenis yang di dapat. Jadi di Sumba ini susah sekali mencari teripang kemungkinan di Sumba ini miskin akan teripang nya.


Penanya     : Adakah saran untuk masyarakat atau pemerintah yang mau di berikan?
Narasumber :  Sepertinya tidak ada karena mereka tidak mengeksploitasi nya, mereka mengambil tidak untuk di jual tapi mereka mengambil untuk di makan saja.


Penanya     : Mungkin tidak kalau misalkan seumpama teripang itu di budidaya kan disini?
Narasumber : Sebenarnya mengkonsumsi teripang itu bukan masyarakat lokal tetapi kebanyakan teripang itu di eksploitasi, konsumen utama nya adalah warga China. Jadi kalau memang permintaan pasar luar itu tinggi itu tidak apa-apa membuat budidaya disini tetapi apakah masyarakat nya mau melakukan budidaya itu.



Sabtu, 24 Desember 2016

Karangsambung; School of Rock





Di masa lampau jauh sebelum terbentuknya peradaban manusia, bumi telah menunjukan aktivitasnya. Berdasarkan bukti – bukti pada batuan, pergerakkan benua diperkirakan dimulai sejak 180 juta tahun yang lalu, Afrika dan Amerika selatan berpisah pada 120 juta tahun yang lalu. Daratan yang kini menjadi India terpecah sejak 110 juta tahun yang lalu dan bergerak relative cepat ke utara.




 


 Di belahan bumi yang akan menjadi kepulauan Indonesia pada saat yang sama setelah daratan India terpecah dan bergerak ke utara, Australia memisahkan diri dari Antartika. Cikal bakal kepulauan Indonesia di perkirakan mulai terbentuk sejak 60 juta tahun yang lalu, sebagian material batuannya yang lebih tua berasal dari belahan bumi selatan.



Menurut para ahli geologi didalam perut bumi terdapat arus konveksi yang menyerupai pergerak air yang dipanaskan, arus konveksi inilah yang membimbing pergerakan lempeng benua dan lempeng samudera. 


 


Terhimpunnya batu-batuan di daerah Karangsambung dan sekitarnya adalah akibat pertemuan antara lempeng India-Australia dengan lempeng Asia yang dimulai sejak jaman kapur akhir atau sejak 60 juta tahun yang lalu.


 Bukti – bukti adanya pertemuan 2 lempeng dapat disaksikan di daerah Karangsambung melalui singkapan beraneka ragam batuan yang mencerminkan asal batuan tersebut.


 


Karangsambung terletak 19 km di sebelah utara kota Kebumen jawa tengah, kawasan ini dikelilingi perbukitan bermacam batuan dan di lembahnya mengalir sungai Loulo dan bermuara di Samudera Hindia, kawasan yang penuh perbukitan ini merupakan cerminan sejarah masa lampau Karangsambung.




Kompleks batuan pratersier Loulo, batu basalt, dan gabru serta serpetinik ini adalah merupakan kepingan batuan pembentuk lempeng samudra dan batuan asal perut bumi yang lebih dalam lagi. Batuan sedimen yang disebut rijang adalah penghuni dasar samudra.


Didalam batuan ini dijumpai makhluk renik yang pernah hidup puluhan juta tahun lalu dan kini telah menjadi fosil, itulah fosil radiolarian.


 











Rijang biasanya berasosiasi dengan lava basal, bentuk lava basalt yang aneh menyerupai bantal menunjukan bagaimana ia terbentuk pada puluhan juta yang lalu nun jauh diatas lantai samudra ia pun dinamai lava bantal. Dari bagian lempeng benua terangkat kepermukaan batuan metamorsekismika yang berkilauan. 

 


Bermacam-macam batuan itu berhimpun dan masing – masing batuannya menyimpan rekaman sejarah pembentukkannya. Di bagian selatan kompleks batuan pratersier pada 40 juta tahun yang lalu hingga 5 juta tahun yang lalu terbentuk urutan formasi batuan sedimen yang kemudian diberi nama formasi Karangsambung, formasi totogan, formasi waturanda, dan formasi penosogan.

 



Penelitian tentang Karangsambung pertama kali dilakukan oleh Verbeek, seorang geolog Belanda pada tahun 1891. Ia melakukan penelitian di wilayah Karangsambung. Hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933. Penelitian dilanjutkan oleh Sukendar Asikin, geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori Tektonik Lempeng.

 


Daerah Karangsambung telah banyak diselidiki terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan, daerah ini pun menjadi penting untuk mempelajari perkembangan sejarah geologi pulau jawa khususnya dan Indonesia barat pada umumnya.

 
 
Di desa Karangsambung itulah pada tahun 1964 dibangun sebuah kampus lapangan geologi, kampus ini dibangun untuk meninggikan mutu, teknik, perpetaan, dan metode pekerjaan lapangan bagi para calon ahli geologi. Pada tahun 1987 kampus lapangan geologi Karangsambung disempurnakan menjadi unit pelaksana teknis atau UPT laboratorium alam geologi Karangsambung.

 

Dan kini sebagian besar dari ahli geologi di Indonesia pernah mendapatkan pendidikan di kampus Karangsambung. Sejalan dengan derasnya isu – isu perlindungan lingkungan dan untuk mencari solusi ilmiah dalam rangka mencegah, memperkecil dampak, dan memperbaiki berbagai kerusakan dan degradasi alam maka pada tahun 2002 ditetapkanlah kampus ini menjadi UPT Balai Informasi dan Observasi Kebumian Karangsambung LIPI.