Teori Film

Senin, 18 Juni 2012

Teori Warna


                              


Sejarah Warna

Warna dikenal oleh manusia menurut catatan sejarah yang pernah ada sejak diketemukannya lukisan berwarna yang terdapat di dalam dinding gua Zaman batu, tempat para primitif tinggal. Asal mula warna itu sendiri tidak ada yang tau pasti, sebab warna memang ada jauh sebelum manusia itu ada. Adalah lukisan yang pertama kali di temukan oleh ilmuan pada dinding gua altamira daerah spanyol bagian timur yaitu lukisan seekor bison berwarna merah, di Indonesia sendiri lukisan semacam itu terdapat di daerah maros sulawesi selatan pada gua Leang-Leang, lukisan tersebut bergambar Babi hutan dan sepotong telapak tangan.
Diperkirakan pada masa itu warna dipergunakan sebagai lambang-lambang untuk keupacaraan mereka,hingga seluruh segi kehidupan mereka dipengaruhi berbagai macam warna seperti pada topeng-topeng, perisai bahkan badan mereka sendiri dicoreng dengan warna. Warna –warna yang sangat intim dengan kehidupan primitif seperti warna merah kuning dan putih serta hitam .
Bahan warna mereka temukan secara kebetulan dari kulit kayu,tumbuh tumbuhan, buah buahan ataupun dedaunan yang ditumbuk hingga halus yang kemudian dicampur dengan lemak binatang, hal itu mereka ajarkan secara turun temurun.
hingga zaman ini proses bahan baku warna dibuat dari bahan kimia  dengan tehnologi yang sempurna mampu menghasilkan warna yang jauh berkualitas lebih unggul. Perkembangan bahan warna semakin bervariatif ,disesuaikan dengan keperluan peminat serta fungsinya, sehingga lebih memenuhi selera.

                                                    3






Proses terlihatnya Warna

Sepanjang hidup kita selalu dipenuhi warna tanpa kita sadari, namun tidak banyak orang yang berusaha memahami warna secara mendalam,  di Zaman pertengahan Eropa bermunculan ilmuan-ilmuan jenius yang ingin mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka dan kemungkinan yang terjadi di sekitar mereka salah satunya adalah Isaac Newton
Menurut teori Newton seorang ilmuan berkebangsaan Inggris, mengemukakan dan mendemostrasikan hasil penemuannya yang pertama kali di depan umum, bahwa sebenarnya warna itu berasal dari cahaya , bukan dari benda itu sendiri. Warna pada benda adalah hasil dari refleksi cahaya.
Pada percobaan tersebut Newton  mengarahkan seberkas cahaya  matahari pada sebuah prisma kaca , setelah cahaya melewati prisma tersebut, berkas cahaya yang awalnya putih menjadi   terurai   berbagai  macam      warna . warna-warna dari hasil penguraian prisma tersebut dinamakan pelangi.kemudian cahaya yang terurai itu diarahkan lagi pada kaca prisma yang lain ,dan hasilnya cahaya tersebut kembali menjadi putih seperti cahaya matahari semula.
Dari percobaan tersebut Newton menyimpulkan bahwa warna  tersebut ada pada cahaya bukan pada prisma kaca . sedangkan cahaya matahari yang terlihat pada setiap orang merupakan kompilasi dari keseluruhan spektrum warna.
Pembuktian Newton ini ia lakukan pada tahun 1663 dimana ia masih berumur 23 tahun.

                                            4
                                            


Menurut Newton, prisma kaca memisahkan warna cahaya dengan jalan membiaskan setiap warna dengan perbandingan yang berbeda sesuai dengan jumlah gelombang getaran yang dimiliki setiap warna tersebut. Pembiasan itu disamping dapat dilakukan  dengan jalan mengarahkan seberkas cahaya ke prisma kaca, juga dapat dilakukan dengan pemantulan.
Sebuah benda dapat terlihat karena adanya cahaya ,dan benda itu memantulkan kembali sebagian atau seluruh cahaya yang diterima oleh benda kearah mata kita, sebagai contoh buah pisang akan kelihatan berwarna kuning, sebab buah tersebut menyerap semua atau sebagian cahaya yang diterimanya dan hanya memantulkan warna kuning ke arah mata kita.
Kemudian  warna akan kelihatan hitam disebabkan objek  tersebut menyerap seluruh warna cahaya yang diterimanya  tanpa ada yang dipantulkan kembali ke arah mata kita atau memang tidak ada sama sekali cahaya yang mempengaruhinya.

Suatu warna untuk dapat ditangkap oleh mata kita harus memenuhi salah satu dari ketiga syarat karakterisnya . hal itu terjadi karena  karekteristik warna berbeda beda  sesuai dengan ciri atau atribut warnanya. Ciri atau atribut warna itu sendiri merupakan kepekaan warna yang dimaksud  terhadap sesuatu yang mempengaruhinya, yaitu.

1.    Setiep warna memiliki kepekaan berbeda terhadap nilai warna itu sendiri (hue) contoh pada warna merah,biru hijau dan lainnya dimana diantara warna warna itu mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda sama sekali dengan yang lain.




5

             2.  Warna   yang terlihat mempunyai kepekaan terhadap  kuat atau lemahnya cahaya atau luminasi (brightness) yang mempengaruhinya, contoh , biru pekat dengan biru muda dan lain sebagainya.

             3. setiap warna yang terlihat sedikit banyak dipengaruhi oleh kepekaan terhadap kemurnian warna itu sendiri , kepekaan ini di sebut sebagai dengan kepekaan saturasi atau kejenuhan (crhoma) contoh warna biru cerah dengan biru suram.

Menurut kejadiannya, warna dibagi atas dua macam yaitu warna ADDITIVE dan SUBTRACTIVE.

        `Warna Additive adalah warna yang berasal dari cahaya sedangkian warna Subtractive adalah warna yang berasal dari bahan warna atau warna pigmen.
Diantara kedua warna tersebut mempunyai perbedaan , walaupun menurut teorinya warna pokok subtractive itu adalah warna  kedua dari warna Additive.
Warna pokok Additive adalah merah, hijau dan biru, swedangkan warna pencampuran dari ketiga warna tersebut adalah warna putih   
Adapun warna pokok subtractive yang sebenarnya menurut teori adalh warna magenta, kuning dan cyan (biru cobalt). Warna warna semacam itu biasanya sangat sulit didapatkan secra pas pada bahan warna  (warna pigmen).
Pada warna  aditive kuning terjadi akibat pencampuran antara merah dan hijau, sedangkan pada warna  subtractive hijau terjadi karena pencampuran biru dan kuning,.


                                         6


Cahaya matahari dan Warna

Pada abad ke-19 sekitar tahun 1870 seorang ahlifisika berkebangsaan Swedia  Andres J Angstrom ingin membuktikan pendapat Newton yang mengemukakan warna berasal dari cahaya. Dasar penyelidikan Angstrom adalah radiasi elektromagnetik yang berada di angkasa dari sana Angstrom berhasil menemukan  bahwa cahaya yang terlihatitu memiliki panjang  gelombamg  antara 400 sampai dengan 700 milimikron ( 1 milimikron sama dengan seper satu mil yard meter).
Pada gelombang cahaya dengan panjang 400 milimikron akan terlihat ungu , sedangkan pada gelombang cahaya yang panjangnya 700 milimikron akan terlihat warna merah. Panjang gelombang 400 milimikron sampai 700 milimikron sama dengan 4000 sampai 7000 Angstrom, karena 1 milimikron = 10 Angstrom ( satuan yang dibuat olreh Angstrom).
Warna  warna yang lain pada jajaran cahaya sesuai dengan gelombang yang dimilikinya di kategorikan oleh Amstrong berikut.
        Warna ungu               400 – 600 milimikron
        Warna biru               460 – 485 milimikron
        Warna hijau              485 – 575 milimikron
        Warna kuning            575 – 585 milimikron
        Warna jingga            585 – 620 milimikron
        Warna merah            620 – 700 milimikron

Dari hasil pembuktian Amstrong tersebut maka semakin terbukti teori Newton bahwa sumber warna berasal dari cahaya bukan dari benda itu sendiri. Dari hasil ini bisa disimpulkan suatu defenisi bahwa warna adalah gelombang elektro magnetik yang ditangkap oleh retina mata yang memiliki panjang gelombang antara 400 – 700 milimikron.

                                                7


Gelombang Elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata telanjangdisebut sebagai cahaya. Sedangkan gelombang elektromagnetik yang lain seperti sinar cosmik, sinar gamma, sinar X hanya dapat dilihat melalui perantara kamera, dan selebihnya yang disebut gelombang radio pendek dan radio panjanghanya dapat ditangkap melalui pesawat radio ataupun televisi.
Anugerah alam initelah terbentuk sedemikian rupasehingga sinar cosmik dan gamma mampu dicegah oleh oleh partikel partikel pada atmosfir untuk tidak sampai kebumi, karena jenis sinar ini sangat berbahaya pengaruhnya pada kehidupan manusia.


 







Keterangan
        Y = Sinar cosmic
        U = Sinar gamma
        N = Sinar x
        S = Gelombang ultra violet
         P = Gelombang pendamping ultra violet
        A =  Cahaya yang terlihat
        T = Gelombang pendamping infra merah
        W = Gelombang infra merah
        R =  Gelombang radio pendek
        I = Gelombang radio panjang
       
                                        8


Sumber utama cahaya adlah matahari, perjalanan matahari dalam satu hari dari timur ke barat sangat mempengaruhi intensitas cahaya itu sendiri yang juga akan mempengaruhi warna .
Sebelum matahari terbit warna yang sesungguhnya terlihat adlah hitam dan putih  ,karena pada saat itu cahay matahari masih sangat minim. Intensitas dari warna alam akan timbul secara perlahan lahan dan akan semakin tampak perbedaannya. Hal itu disebabkan sebahgian atmosfir bumi mulai terkuak dan ditembus oleh cahaya matahari. Suasana berubah jadi hangat disebabkan cahaya yang memancar terbanyak pada saat itu mengandung warna hangat. Warna alam ini menjadi kemerah merahan , warna merah dan oranye saja yang yang mampu menembus atmosfir bumi, warna hijau dan biru yang yang gelombangnya lebih pendek dibanding merah belum mampu menembus atmosfir bumi yang masih tebal pada pagi hari disebabkan letak antara matahari dan bumi tidak tegak lurus yang menjadikan warna hijau terhenti di atmosfir dan warna biru terbias kelangit.di balik bayangan cahaya matahari , warna biru akan nampak lebih menonjol disebabkan karena terhalangnya cahaya merah jingga (orenye)  dari matahari, mengapa menjadi oranye? Disebabkan warna komplementer biru  yang di biaskan dari langit adalah oranye.
Semakin tinggi matahari akan menyebabkan  semakin kontras antara warna warna yang ada dialam , kekontrasan warna alam tersebut mencapai titik tertinggi pada saat matahari tepat di atas kepala teristimewa pada musim panas.pada saat itu cahaya matahari tampak putih karena letak matahari tegak lurus dengan bumi,hingga membuat seolah olah atmosfir bumi menipis dan semua gelombang warna mencapai bumi, cahaya menjadi putih karena semua unsur warna additfe menyatu dan bayangan yangan benda yang dibuatnya menjadi hitam sebagai komplementer putih.
                                                9

menjelang sore hari, kadar cahaya sudah mulai menurun keadaan menjadi hangat kembali tidak sepanas sebelumnya. Sesuai gerak matahari akan terjadi pula perubahan pada watrna alam.

Suhu warna, daylight, tungsten dan fluorescent

Menurut hukum pergeseran Wien (Wilhelm Wien) seorang pakar ilmu alam berkebangsaan jerman mengatakan semakin tinggi suhu suatu benda , maka spektrum cahaya yang di pancarkan akan semakin mempunyai intensitas maksimum pada panjang gelombang warna yang makin pendek. Dari teori ini disimpulkan bahwa suhu warna adlah suhu atau panas suatu benda yang mengakibatkan terpancarnya cahaya dari benda tersebutyang dapat mempengaruhi tampaknya suatu warna atau tidak.
Satuan yang dipergunakan untuk mengukur suhu warna adalah derajat kelvin, sesuai dengan percobaan yang dilakukannya yaitu dengan memanskan sebuah besi baja, mula mula warnanya menjadi merah ,semakin dipanaskan  berubah lagi menjadi jingga, kemudian menjadi kuning, lalu menjadi biru sebelum mencapai titik didihnya hingga menjadi lunak. Perubahan perubahn warna tersebut menjadikan suhu warna menjadi bervariatif pula.
Yang dimaksud dengan suhu warna suatu sumber cahaya adalah sama dengan suhu suatu benda hitam (eksperimen Kelvin) yang komposisi spektrum cahaya yang dipancarkannya adalah sama dengan komposisi sumber cahaya yang bersangkutan. Dengan demikian semakin tinggi suhu suatu sumber cahaya maka komposisi spektrumnya akan di dominasi oleh komponen cahaya yang semakin pendek panjang gelombangnya.



                                        10


suhu dari sumber cahaya yang tak begitu nampak pengaruhnya pada paenglihatan . namun akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap intensiytas cahaya pada saat cahaya akan direkam oleh kamera film. mengendalikan warna pada film bisa dilakukan pada 3 tahap.   – langsung di depan kamera.
-      proses didalam kamera .
-      saat proses laboratorium.
Manipulasi warna pada kamera sering dilakukan untuk sebuah karakter yang diinginkan, seorang penata fotograpi dan penata visual sangat berperan penting dalam mengatur elemen elemen mise en scene pada sebuah film.
Manipulasi warna pada film mampu tercipta karena adamya perbedaan suhu warna yang telah dibahas sebelumnya, sebagai contoh beberapa sumber suhu warna antara lain:
        - api lilin =                                 1900 o K
        - bolam 60 w =                          2800 o K
        - lampu studio=                          3200 o K
        - siang hari =                             5600 o K
        - lampu foto =                           4000 o K
        - lampu HMI =                           5600 o K
        - cahaya kilat =                         6000 o K
        - cahaya langit =                                11000 o K

sedangkan pada film emulsi suhu warna dibagi atas dua suhu warna , sebelumnya telah diketahuibahwa cahaya putih mengandung seluruh warna spektrum, tetapi warna yang eksak tergantung dari  suhu sumbernya.mata kita mampu mengadaptasi dengan mudah perbedaan dua suhu warna yang berbeda, kecuali kedua warna tersebut ditempatkan berdampingan ,dngan perbedaan ini cahaya matahari akan kelihatan kebiru biruan karena suhu warnanya berbeda dengan lampu pijar yang terlihat kemerah merahan.

                                                11

pada film berwarna tidak akan mamp u menampung  kedua suhu warna tersebut secara bersamaan  disebabkan  perbedaannya. Untuk dapat   mengatasi hal t ersebut maka emulsi film hanya di desaign untuk satu sumber  suhu  warna  tertentu. Untuk cahaya dengan suhu warna 3200 o K (tungsten)  dan 5600 o K adalah (day light), iniberarti bahwa cahaya 3200    menjadi putih jika di balance pada emulsi dengan  suhu  warna  3200, begitu  pula  pada  emulsi daylight akan  normal  (putih)  pada cahaya 5600 o K.
Jika sumber cahaya tidak sesuai dengan emulsinya mengakibatkan reproduksi warnya menjadi berat sebelah, sebagai contoh emulsi pada film tungsten 3200 o K digunakan untuk warna dengan suhu 5600 daylight maka warna yang terlihat dominan kebiru biruan, begitu pula sebaliknya warna akan menjadi kemerahan bila film daylight digunakan pada suhu warna 3200.
Namun dalam film hal semacam ini bisa di manipulasi bila emulsi suhu warna dan cahaya tidak balance, dengan menggunakan filter konversi dengan mengoreksi suhu warna dan menyesuaikannya dengan emulsi terhadap cahaya yang tidak sesuai suhu warnanya , filter tersebut ditempatkan di depan lensa. Emulsi yang  paling sering  dikonfersikan  adalah  tungsten dengan suhu 3200 o K. Jika  cahaya  yang masuk mengenai emulsi berkisar 5600o K maka untuk  mengkonversi 5600 tersebut menjadi 3200 sesuai suhu warna film tungsten maka dipergunakan filter dengan kode 85. dengan adanya filter 85 tersebut cahaya dengan 5600 o K setelah melewati lensa akan berubah suhu  warnanya menjadi 3200 o K.  Bila contoh kejadian di atas di balik  dengan  suhu emulsi daylight 5600 o K dengan cahaya dengan suhu warna 3200 o K, digunakan filter dengan kode 80, untuk mecegah warna gambar terlihat kemerahan.
                                                12


namun hal yang diuraikan diatas bukanlah suatu yang selalu menjadi patokan dalam berkreatif didalam film, semuanya bisa di bolak balik jika ingin memanipulasi warna dengan maksud serta motivasi yang jelas, dalam hal ini mendukung konsep penceritaan pada sebuah film.
Selain kedua suhu warna diatas yang menjadi patokan dasar dalam pemilihan bahan baku,  selain daylight, tungsten masih terdapat jenis  fluorescent yang warna cahayanya kaya akan warna kunuing dan sedikit merah menyebabkan warna yang dikeluarkan dominan hijau, pada daylight warna yang dikeluarkan dominan biru sedangkan pada tungsten adalah merah. Cahaya fluorescent merupakan sumber cahaya dengan karekteristik bisa dibilang aneh, terlebih dalam pembuatan film berwarna.
Telah disinggung sebelumnya bahwa cahaya putih mengandung seluruh warna pada pelangi ( terjadi karena pembiasan cahaya menembus uap air pada gumpalan awan, sama seperti demo Newton terhadap  cahaya yang mengenai prisma kaca ), daylight,  tungsten dan  fluorescent namun porsi  yang  diterima tiap  masing masing berbeda, pada tungsten lebih banyak unsur merah dibanding biru, pada fluorescent dominan kuning dan minim merah, tabung  fluorescent  tidak mengandung       seluruh   spektrum  kasat mata.gas yang  mengandung arus listrik dalam tabung fluorescent hanya memancarkan sebagian kecil spektrum kasat mata.
Pernyataan ini berlaku untuk semua tabung flurescent dengan berbagai macam variasinyabaik daylight,cool white, dan warm white. Ada beberapa jenis lampu fluorescentbaru yang diberi nama continous spectrum light yang cahanya bisa disamakan tungsten dan daylight, optima 32 salah satu dari tabung fluorescent yang mendekati suhu warna 3200 o K, begitu juga dengan vita light yang mendekati 5600 o K.

                                                13

Segi tiga warna

Adalah salah satu cara untuk memahami dengan mudah teori warna adalah dengan membuatbagan segitiga juga biasanya denagan lingkaran. Sket tersebut hanya dibuat dengan tiga warna pokok pada permulaannya yaitu merah biru dan kuning (subtraktif). Kemudian mencampurkan  masing masing dari ketiga warna pokok tersebut.maka dari hasil itu akan ditemukan warna baru.
-      merah + biru = magenta
-      merah + hijau = kuning
-      hijau + biru = cyan

warna warna yang di hasilkan dari warna pokok ini di sebut komplementer dari warna pokok/primer yang bila digabungkan akan menjadi hitam.
 















                                        14


namun adapula anggapan bahwa hitam sebenarnya adalah bukan warna . hitam itu terjadi karena tidak adanya yang mempengaruhi dengan kata lain tidak mendapatkan atau melihat cahaya, maka kita tidak akan melihat warna. Bila kita tidak melihat warna maka kita akan mendapatkan hitamsedangkan warna hitam yang kita lihat disini sebenarnya bukanlah hitam melainkan pekat atau keruh. Sebelumnya dijelaskan  bahwa putih itu asli karena adanya cahaya, oleh karena putih itu sendiri merupakan pencampuran dari semua warna cahaya (additive), dengan pedoman segitiga warna  kita dapat membuat kreasi warna sesuai dengan yang diinginkan.






















                                                15

 Pengaruh warna

Berbicara tentang pengaruh warna terhadap kehidupan ,tak bisa dipungkiri adalah suatu kenyataan bahwa warna dapat mengubah suasana menjadi dingin, hangat, mencekam  , bahkan emosi. Warna dapat menyedapkan pandangan, menyilaukan pandangan, merangsang selera bahkan mematikan selera, contoh kecil seorang gadis dengan pakaian berawarna pink dibanding lelaki dengan pakaiaan berwarna sama , maka muncul asumsi yang berbeda di benak terhadap kedua contoh tersebut. Warna dapat mengubah kesederhanaan disekeliling kita  menjadi sangat menarik, warna mampu memberikan kesan suatu perasaan bahagiah ataupun sedih
Hal hal semacam inilah yang menjadi perhatian seorang penata fotograpi dalam meramu warna dari tiap cahaya untuk memberikan kesan yang ingin disampaikan pada sebuah film, dalam penerapannya setiap keputusan haruslah mempunyai alasan yang jelas untuk bisa diterima secara universal, bahwa visual yang tercipta adalah sebuah konsep yang mendukung tema, dimana sinematographi merupakan elemen yang paling vital dalam mewujudkan visualisasi tersebut.
Pada sketsa segitiga warna dapat dipelajari lebih banyak bagaimana melahirkan waran warna yang berbeda. Disamping itu akan diketemukan kekuatan serta kelemahan dari tiap warna secara teory, dikatakan teori karena secara mutlak tidak dapat diketahui kekuatan dan kelemahan secara sendiri sendiri. Kekuatan dan kelemahan warna hanya dapat diketahui secara [pasti  setelah warna warna tersebut  dipadukan satu dengan yang lainnya,
 misal  putih diatas latar belakang merah akan sangat tampak menyolok, kerena sangat menyolok ,maka warna tersebut mampu terlihat dari jarak yang cukup jauh.

                                                16

tetapi apabila warna kuning diletakkan diatas latar belakng putih maka kita hampir tidak merasa warna tersebut meskipun jaraknya agak dekat.
warna warna yang kuat ,tidak mudah untuk dipadukan antara satu dengan yang lainnya. Demikian pula halnya dengan warna yang lemah kedua duanya warna kuning yang diletakkan dengan latar yang sama. Bila kita meletakkan bentuk segi empat berwarna merah dengan latar belakang warna kuning, maka antara warna merah dan kunuing akan saling berebut untuk menonjol, akibatnya akan kelihatan datar/flood. Tetapi bila warna hijausebagai latar belakang warna merah, maka antara kedua tersebut dapat saling timbul tenggelam secara bergantian. Hal semacam itu akan memberi suatu kenyataan bahwa perpaduan antara warna primer akan menimbulkan kesan seakan akan bergetar.
Warna yang bergetar akan sangat baik untuk diterapkan pad objek objek yang kecil , namun tidak layak diterapkan pada bidang lebar seperti dinding sebab akan mengacaukan pandangan.
Berpikir tentang warna ,mungkin kita tidak hanya berpikir tentang warna itu sendiri akan tetapi kadang kita hubungkan warna tersebut dengan kebiasaan tertentu, sebagai contoh merah sering  dihubungkan sebagai merahnya api, darah., warna biru dengan birunya laut atau langit sedangkan hijau biasanya pada tumbuh tumbuhan.
Pada saman dahulu warna dapat diartikan sebagai corak  ataupun lambang untuk sesuatu,misalnya ungu merupakan lambang keagungan pada raja  dan ratu .
dibeberapa negara hitam dikategorikan sebagai kedukaan ataupun kematian sedangkan putih sebagai lambang kesucian dan kemurnian .warna sebagai lambang mempunyai arti yang berbeda beda disetiap daerah di dunia

                                                17

Warna panas dan warna dingin

Berdasarkan letak kedudukan pada segi tiga warna subtractive , diadakanlah penbagian daerah warna menurut sifatnya





                                               














Keterangan

M  =merah                                U= ungu
J  =jingga                                 B= biru
K  =kuning                                 H= hijau
WP= warna panas                       WD=warnadingin


                                       
                                        18

warna panas /warna hangat akan memberikan kesan yang meluas; sedangkan warna dingin akan memberikan kesan menyempit. Hal ini akan dapat dibuktikan bila kita memproyeksi slide berwarna ke suatu dinding berwarna putih. Kita ambil beberapa slide berwarna, kemudian kita siapkan sebuah slide proyektor yang sudah kita setel fokosnya ke arah dinding tadi. Dengan tanpa mengubah letak proyektor serta fokunya, kemudian kita pasang slide berwarna yang kita siapkan secara bergantian. Kita akan dapatkan suatu hasil proyeksi seperti tidak fokus pada slide yang berwarna merah,jingga atau kuning(hasil proyeksi seakan-akan tampak mengembang). Sebaliknya untuk slide yang berwarna biru dan hijau akan terasa seakan-akan menyempit.
Dengan percobaan diatas terbukti bahwa warna merah, jingga dan kuning atau yang disebut warna panas, akan menimbulkan kesan meluas. Seballiknya warna biru dan hijau atau yang disebut warna dingin akan menimbulkan kesan penyusutan atau penyempitan.  
Menyimpang dari kenyataan diatas kita dapat juga mempergunakan warna dingin untuk menimbulkan kesann meluas asal saja warna dingin yang kita pergunakan tersebut kita lunakkan terlebih dahulu sifat warnanya densgn jalan menmbahkan warna putih.

Hal semacam itu dimungkinkan karena warna-warna lunak akan memberikan kesan meluas; sedangkan warna-warna keras/tua akan memberikan kesan menyempit.
Dari penyimpangan diatas, jelas bahwa peranan warna putih bagi seorang interior dekorator adalah mutlak perlu, sebagai unsur pelunak warna. Jadi dalam bidang penata artistik; perhitungan pemakaian warna putih harus dilipat tiga sampai lima kali lebih banyak, dibandingkan dengan pemakaian warna-warna lain.

                                                19
                                               
Begitu pula penetahuan tentang penimpangn itu sangat baik untuk menjadi pedoman pemilihan kertas dinding, kain meja  atau perabot lain untuk keperluan tata ruang. Contoh lain orang yang terlihat gemuk akan terlihat lebih berat bila mengenakan pakaian dengan warna dingin atau warna warna pekat sebaliknya bila orangnya kurus akan terlihat lebih ringan bila mengenakan pakaian dengan warna panas atau warna warna lunak.
Yang perlu mendapat perhatian sehubungan dengan pemakaian warna panas dan warna dingin adalah pengaruhnya terhadap nilai hitam putih . warna panas bila di foto dengan mempergunakan film hitam putih  akan cenderung menghasilkan warna keputihanwalaupun tidak selalu demikian. Hal ini disebabkan karena warna panas cenderung memantulkan cahaya lebih banyak, dan keadaan seperti ini akan dialami pula jika dipergunakan warna warna lunak.
Sebaliknya warna dingin jika difoto dengan film hitam putih , akan cenderung menghasilkan warna kehitaman, karena warna dingin akan menyerap banyak cahaya.

Warna dan intensitasnya

Pada awalnya seorang pelukis mempergunakan warna sesuai dengan keinginan hatinya , namun hal semacam itu tidak berlangsung lama setelah mereka mempelajari penggunaan warna warna yang ternyata dapat untuk menunjukkan perasaan dalam melahirkan sebuah gagasan. Kemudian mereka mengetahui bahwa getaran warna merah dan hijau, biru dan jingga akan memberikan kesan keras serta akan memisahkan diri dari latar belakng bila dipergunakan secara bersama sama. Seorang pelukis yang ingin memperlihatkan suatu  gambaran ketenangan serta kedamaian akan selallu mempergunakanwarna warna lunak dalam satu nada.                                                                          
                                          20


Didalam seni , memilih nilai terang dan gelap dari suatu warna adalah sama pentingnyadengan memilih warna itu sendiri. Warna biru dan hijau dapat sama sama menjadi terang seperti halnyawarna biru dan jingga bila warna biru sendiri itu murni dan gelap, sedangkan warna hijaunya kekuning kuningan serta terang. Dengan kata lain warna yang berkedudukan sederetan tidak akan saling berebut menonjol bila salah satu diantara warna tersebut dikurangi kadarnya.
Bila kita melakukan pencampuran antara dua warna , baik komplementer atau bukan secara berulang ulang  dengan jalan menambah warna yang satu terhadap  yang lain dalam takaran sama , maka kita akan dapatkan suatu tingkatan nilai yang sam seperti kita mencampurkan putih dengan hitam  yang akan menjadi abu abu tingkatan macam itu di sebut intensitas       
Intensitas dari sebuah warna adalah  ukuran yang menunjukkan berapa banyak tingkatan perbandingan  sebuah warna akan mempengaruhi warna yang lain dalam suatu pencampuran warna sebuah warna  dikatakanm mempunyai intensita lebih/ tinggi , bila warna tersebut bersih atau cemerlang.

Warna dalam seni lukis

Seorang pelukis kenamaan dari Inggris bernam Sir Joshua Reynolds  pernah  mengatakan bahwa warna dingin seperti warna biru ,tidak pernah dipakai sebagai warna keseluruhan dalam sebuah lukisan.
Pelukis lain Thomas Gainsborough tidak sependapat dengan teori tersebut , bahkan ia membuat lukisan  yang diberi judul    “ Anak laki laki yang biru “ hal ini ten sangat bertentangan  dengan pendapat Joshua Reynolds.

                                                21


para pengajar seni rupa mengajarkan bahwa melukiskan  kekerasan harus menggunakan banyak warna panas, namun pelukis modern seperti Pablo picasso telah melukiskan suatu kekuatan yang mengerikan dengan keseluruhan warna hanya menggunakan warna hitam ,putih,dan abu-abu.
Tapi tidak sedikit pelukis modernyang jaga tertarik terhadap warna , karena menurut mereka menggantungkan diri pada bentuk saja akan mengurangi nilai/ arti sebuah lukisan. Josef Albers telah melukiskan bentuk yang sama berkali kali, hingga muncul pertanyaan dari lukisan josef yaitu apa yang sebenarnya membuat warna akan kelihatan berbeda beda bila dipergunakan pada tempat yang berbeda? Setiap warna yang sam tidak akan pernah kelihatan sama , hal itu akn sangat  tergantung dimana warna yang dimaksud diletakkan.
Teori lain beranggapan jika suatu bentuk yang sama dengan warna yang sama pula  disejajarkan dengan bentuk sama ddengan warna yang lain , dalam perbandingan jumlah tidak sama banyak , maka secara keseluruhan pada jarak pandang tertentu, warna akan berubah menjadi warna campuran dari keduanya., misalnya satu bentuk berwarna biru satu lagi merah , maka secara keseluruhan akan kelihatan ungu.
Seorang pelukis tidak akan pernah mengeluh, bahwa ia tidak dapat melukis karena saat itu dia tidak mempunyai salah satu warna , anggaplah warna merah.walaupun  hanya bermodalkan satu warna saja ditambah putih maka ia akan mampu melahirkan warna dengan intensitas yang bermacam macam sesuai dengan ide dan kreatifitasnya.




                                                22



                                 Teori Warna

Teori Newton memberikan gambaran yang jelas pada manusia akan karunia tuhan yang begitu besar hanya lewat seberkas cahaya, dunia ini dipenuhi beraneka ragam warna , bisa dibayangkan bila dunia tanpa warna.
Melalui seberkas sinar yang mampu kita lihat dan yang tidak kita lihat sangat membantu manusia dalam berbagai bidang, film dibioskop, siaran langsung piala dunia di televisi, telepon selular, hingga keterlibatan sinar dalam dunia kesehatan adalah sebagian kecil dari manfaatnya yang dirasakan umat manusia.
Dari sekian banyak warna yang  dibiaskan oleh cahaya, dunia menetapkan  bahwa  terdapat 27 jenis warna dan jumlah seluruh  keaneka  ragamannya  sebanyak  267 jenis,   kutipan  ini  adalah  daftar yang  telah  terdaftar dan disepakati oleh ISSC (Inter Society Color Council )dan NBC ( National Bureau of Standarts ) di washington amerika pada tahun 1955, setelah melakukan penelitian ilmiah terhadap warna. Berikut ini adalah daftar warna warna tersebut.

        1.  Pinks                                                    10 macam.
        2. Reds                                                     14
        3.  Yellowish pinks                                      8
        4. Reddish orange                                      7
        5. Reddish browns                                     8
        6. Oranges                                                        6
        7. Browns                                                  12
        8. Orange yellows                                      8
        9.  Yellowish browns                                   8
        10. Yellows                                                        12
        11.  Olive Browns                                       3
        12. Greenish yellows                                   9
       

                                                1
                                               
       
13. Olives                                                  9 Macam
14. Yellow greens                                       8 macam
15. Olive greens                                         6     
16. Yellowish Greens                                  10
17. Greens                                                 19
18. Bluish greens                                       9
19. Greenis blues                                       9
20.Blues                                                    18
21. Purplish blues                                       11
22. Violets                                                        11
23. Purples                                                        20
24 Reddish purples                                    10
25. Purplish pinks                                      8
26. Purplish Reds                                       9
27. Neutrals (white to black)                     5     







0 komentar:

Poskan Komentar