Teori Film

Senin, 06 November 2017

Meramal Pemenang Piala Citra Kategori FILM TERBAIK

-->
Tahuuuuu bullet di goreng dadakan...

ditulisnya cepat semoga tak menyesatkan.



Meramal  Pemenang Piala Citra Kategori FILM TERBAIK

Berdasar pada segala sesuatu bisa diprediksi kemungkinannya, maka saya tertarik ‘meramal’ siapa kira2 pemenang piala Citra di kategori film Terbaik di tahun 2017. Tetapi tentunya bukan dengan metode penerawangan atau pun metafisik, karna tulisan ini sangat spontan jadi saya belum tau nama metode yang digunakan dalam memprediksi film apakah yang terbaik di tahun ini. Lalu seperti apa metode ramalan ini?

Singkatnya saya mencoba melihat dari sinopsis dan cuplikan film  yang beredar didunia maya sebagai data utama, sementara pendapat pribadi setelah nonton   film nya sebagai data sekundernya saja, maka dari itu judul  tulisan ini menggunakan kata ‘meramal’.

 So mari kita bahas jo.

Panitia FFI memutuskan ada lima film berhasil masuk nominasi penjurian kategori Film Terbaik 

1.     Cek Toko Sebelah,

Sutradara: Ernest Prakasa, Produksi Starvision.



2.     Kartini

Sutradara: Hanung Bramantyo, Produksi Legacy Pictures, Screenplay films.



3.     Night Bus

Sutradara: Emil Heradi. Produksi  Kaninga Pictures.



4.     Pengabdi Setan

Sutradara: Joko Anwar. Produksi  Rapi Film.



5.     Posesif

Sutradara: Edwin. Produksi Palari Film.

Senin, 26 Desember 2016

Teripang di Pulau Sumba

Tulisan ini adalah tanya jawab saya dengan Peneliti Echinodermata, yang melakukan ekspedisi widya nusantara ke pulau Sumba di Augustus 2016

Nama saya Ana Setiastuti. Saya dari pusat penelitian Oseanografi dalam ekspedisi ewin ini. Saya mengerjakan /peneliti biota Teripang, yang saya kerjakan salahsatunya adalah mencari tahu konektifitas atau hubungan teripang-teripang yang di temukan di setiap lokasi yang telah ditentukan yang kita singgahi,  nanti didapatkan data  teripang ini baik asal maupun jenisnya.

 

Harapan nya dengan mengikuti ekspedisi Widya Nusantara ini adalah untuk mendapatkan data, karena minim data sama sekali tentang Sumba, baik mengenai koleksi biota, maupun parameter-parameter yang lain. 

Dalam imajinasi saya, Sumba ini berasal dari benturan antar lempeng bumi, harapan nya adalah ketika saya sampai disini saya bisa menemukan biota-biota yang mungkin berbeda dengan yang tempat yang lain nya.

  

Sebenarnya ini adalah geomorfologi, mungkin dari teman-teman geologi bisa menjelas kan sejarah terbentuk nya paparan sunda,

Indonesia  berada di paparan sunda, pulau Sumba ini salah satu nya termasuk ke bagian lester sunda. Lester sunda ini secara biologi umur nya masih muda di banding kan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia, karena ini terbentuk adanya pergeseran lempeng bumi sehingga membentuk pulau itu sepanjang jalur itu.



 



Penanya     : Adakah teripang yang unik disini?
Narasumber :  Belum ada, semuanya spesies yang umum di dapat.


Penanya     : Boleh di ceritakan proses saat penelitian itu seperti apa?
Narasumber :    untuk eksplorasi biota teripang, tim biologi harus mencapai pesisir dengan menggunakan perahu karet,  kemudian saat sampai di pesisir kita harus orientasi pesisir, yaitu untuk mendapatkan habitat yang tepat mengekpolari teripang jadi di satu titik itu kita harus kelilingi dulu untuk mencari teripang atau habitat nya.

Kapal Baruna Jaya VIII, Kapal Riset LIPI

Penanya     : Apa sih keunggulan teripang? Apa yang membuat teripang berbeda?
Narasumber : Teripang adalah timun laut yang di komersil kan, yang di konsumsi oleh masyarakat dan masuk dalam wilayah perdagangan.
Indonesia hingga sekarang 2016 mengkategorikan teripang dalam perdagangan itu hanya “Teripang” faktanya itu adalah multi spesies atau multi jenis.
Data terakhir yang saya eksplorasi tahun kemarin, ada 54 jenis masuk perdagangan dari dulu hingga saat ini.
sebenarnya teripang itu tidak hanya 1 jenis yang masuk perdagangan dan itu itu banyak jenis .
Kemudian fakta nya semakin kesini (tahun-tahun sekarang ) data dari masyarakat yang tidak tertulis dalam publikasi mengatakan bahwa teripang itu semakin sulit untuk di temui di alam.
Jadi salah satu tujuan ke Sumba adalah untuk membuktikan itu, apakah benar masyarakat disini mengeksploitasi? Apakah benar ada pengepul-pengepul tengkulak kesini?

 

Penanya     : Dan apa hasil nya?
Narasumber : Masyarakat disini tidak mengekploitasi untuk di jual tetapi mereka mengambil nya untuk di makan itu pun ngambil nya kadang-kadang ketika mereka menginginkan. Jadi memang belum terlalu di eksplor hasil laut nya disini khusus nya untuk teripang.

Penanya     : Bisa di jelaskan kesimpulan hasil ekspedisi ini khusus nya untuk penelitian teripang?
Narasumber : Jadi hasil yang sudah di dapatkan sudah lumayan cukup jauh, saya hanya bisa berbicara tentang diversity keragaman jenis yang di dapat. Jadi di Sumba ini susah sekali mencari teripang kemungkinan di Sumba ini miskin akan teripang nya.


Penanya     : Adakah saran untuk masyarakat atau pemerintah yang mau di berikan?
Narasumber :  Sepertinya tidak ada karena mereka tidak mengeksploitasi nya, mereka mengambil tidak untuk di jual tapi mereka mengambil untuk di makan saja.


Penanya     : Mungkin tidak kalau misalkan seumpama teripang itu di budidaya kan disini?
Narasumber : Sebenarnya mengkonsumsi teripang itu bukan masyarakat lokal tetapi kebanyakan teripang itu di eksploitasi, konsumen utama nya adalah warga China. Jadi kalau memang permintaan pasar luar itu tinggi itu tidak apa-apa membuat budidaya disini tetapi apakah masyarakat nya mau melakukan budidaya itu.



Sabtu, 24 Desember 2016

Karangsambung; School of Rock





Di masa lampau jauh sebelum terbentuknya peradaban manusia, bumi telah menunjukan aktivitasnya. Berdasarkan bukti – bukti pada batuan, pergerakkan benua diperkirakan dimulai sejak 180 juta tahun yang lalu, Afrika dan Amerika selatan berpisah pada 120 juta tahun yang lalu. Daratan yang kini menjadi India terpecah sejak 110 juta tahun yang lalu dan bergerak relative cepat ke utara.




 


 Di belahan bumi yang akan menjadi kepulauan Indonesia pada saat yang sama setelah daratan India terpecah dan bergerak ke utara, Australia memisahkan diri dari Antartika. Cikal bakal kepulauan Indonesia di perkirakan mulai terbentuk sejak 60 juta tahun yang lalu, sebagian material batuannya yang lebih tua berasal dari belahan bumi selatan.



Menurut para ahli geologi didalam perut bumi terdapat arus konveksi yang menyerupai pergerak air yang dipanaskan, arus konveksi inilah yang membimbing pergerakan lempeng benua dan lempeng samudera. 


 


Terhimpunnya batu-batuan di daerah Karangsambung dan sekitarnya adalah akibat pertemuan antara lempeng India-Australia dengan lempeng Asia yang dimulai sejak jaman kapur akhir atau sejak 60 juta tahun yang lalu.


 Bukti – bukti adanya pertemuan 2 lempeng dapat disaksikan di daerah Karangsambung melalui singkapan beraneka ragam batuan yang mencerminkan asal batuan tersebut.


 


Karangsambung terletak 19 km di sebelah utara kota Kebumen jawa tengah, kawasan ini dikelilingi perbukitan bermacam batuan dan di lembahnya mengalir sungai Loulo dan bermuara di Samudera Hindia, kawasan yang penuh perbukitan ini merupakan cerminan sejarah masa lampau Karangsambung.




Kompleks batuan pratersier Loulo, batu basalt, dan gabru serta serpetinik ini adalah merupakan kepingan batuan pembentuk lempeng samudra dan batuan asal perut bumi yang lebih dalam lagi. Batuan sedimen yang disebut rijang adalah penghuni dasar samudra.


Didalam batuan ini dijumpai makhluk renik yang pernah hidup puluhan juta tahun lalu dan kini telah menjadi fosil, itulah fosil radiolarian.


 











Rijang biasanya berasosiasi dengan lava basal, bentuk lava basalt yang aneh menyerupai bantal menunjukan bagaimana ia terbentuk pada puluhan juta yang lalu nun jauh diatas lantai samudra ia pun dinamai lava bantal. Dari bagian lempeng benua terangkat kepermukaan batuan metamorsekismika yang berkilauan. 

 


Bermacam-macam batuan itu berhimpun dan masing – masing batuannya menyimpan rekaman sejarah pembentukkannya. Di bagian selatan kompleks batuan pratersier pada 40 juta tahun yang lalu hingga 5 juta tahun yang lalu terbentuk urutan formasi batuan sedimen yang kemudian diberi nama formasi Karangsambung, formasi totogan, formasi waturanda, dan formasi penosogan.

 



Penelitian tentang Karangsambung pertama kali dilakukan oleh Verbeek, seorang geolog Belanda pada tahun 1891. Ia melakukan penelitian di wilayah Karangsambung. Hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933. Penelitian dilanjutkan oleh Sukendar Asikin, geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori Tektonik Lempeng.

 


Daerah Karangsambung telah banyak diselidiki terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan, daerah ini pun menjadi penting untuk mempelajari perkembangan sejarah geologi pulau jawa khususnya dan Indonesia barat pada umumnya.

 
 
Di desa Karangsambung itulah pada tahun 1964 dibangun sebuah kampus lapangan geologi, kampus ini dibangun untuk meninggikan mutu, teknik, perpetaan, dan metode pekerjaan lapangan bagi para calon ahli geologi. Pada tahun 1987 kampus lapangan geologi Karangsambung disempurnakan menjadi unit pelaksana teknis atau UPT laboratorium alam geologi Karangsambung.

 

Dan kini sebagian besar dari ahli geologi di Indonesia pernah mendapatkan pendidikan di kampus Karangsambung. Sejalan dengan derasnya isu – isu perlindungan lingkungan dan untuk mencari solusi ilmiah dalam rangka mencegah, memperkecil dampak, dan memperbaiki berbagai kerusakan dan degradasi alam maka pada tahun 2002 ditetapkanlah kampus ini menjadi UPT Balai Informasi dan Observasi Kebumian Karangsambung LIPI.

 

 

Rabu, 21 Oktober 2015

Proses Film Dokumenter


                                                THE DOCUMENTERY PROCESS


FINDING  A FILM TOPIC

I have an idea/ subject, I want to make a film about and I am looking/ appropriate protagonists/ scenarios to convey my idea

I am given a task/ overall subject for which I will find a story/ protagonist

I meet people/ places that inspire  me to make a film about them  (and issue represented through them)


THE IDEA/ SUBJECT/ ISSUE

-       why do I want to make a film about certain theme/ person.
-       What other/ sub-themes does my convey
-       Why is the film of social or political relevance
-       How do I want to convey my subject
-       Why respectively by what means does my subject qualify as a film subject


RESEARCH

-       interviews/ observations of situationens/ protagonists that realate to the film’s subject
-       acquiring in-depth knowledge of the subject with the help of; archives, libraries, internet, interview with experts, …



CONCEPT/ EXPOSE

-       what is my story?
-       What is my main focus on?
-       What is my individual approach to the film/ subject?
-       What is my attitude towards it?
-       What questions do I have?
-       How do I tell ny story:
-       Choice and number of protagonists
-       What or which situations do I want to observe with the camera?
-       How I am planning to tell the story/ storyline?
-       What is the style/ form of my film  i.e Cinema Verite (intervening) or Direct Cinema (observing)




PLANING AND FINANCING THE SHOOT

-       putting a team together.
-       Number/ location/ dates of shooting days
-       Shoting schedule for every  day , include preparation for interviews.
-       Budgeting and financinf schedule.



SHOOT

The creative process is an interplay of planning and intuition. Every shot should be well prepared. Nevertheless you should be open to follow your instincts and ajust to the circumstances that you find in reality.
-       communicating at the set.
-       Watching/ screening rushes after every shoot

POST PRODUCTION

-       Digitising or importing the footage/ screening/ transcription/ structuring
-       Rough edit: in a creasingly densified version of the film you develop form (logic material) and structure of the film.

Method;

-       esthablising locations/ people
-       passing of time (i.e. a journey / continuous time..)
-       the outer logic of events  (what happens whend and why)
-       the inner logic (what ‘story’ do I want to tell ?  what stands  at the beginning of my (inner)   story , what has  it developed  to towards the end?
-       Final edit; every picture/ scene/ sequence/  transition from one scene to the next of the film gets  it’s final length
-       Soundmix , color correction, title credits , mastering


MARKETING

-TV cinema
-internet
-target audience

Press Folder

-       Sills/ posters/ postcards
-       Synopsis
-       Bio/ filmografi director
-       Team
-       Articles/ list of festivals
TREATMENT  (WHAT/ HOW /WHY)

LOGLINE

-       picture/ situation that represent the film / subject
-       description of people / places / story
-       (in depth description of protagonists)
-       questions posed relating to people / subject and to be explored ( not necessarily answered ) in the film
-       possible events/ storyline of the film
-       formal approach
-       director steatment







Senin, 02 Maret 2015

Bangga menjadi bagian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)




Lama tak menulis di blog ini, saya ingin bercerita bahwa saya telah diterima sebagai PNS di LIPI (lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia), memang banyak yang beranggapan bahwa PNS itu seperti benalu dipohon yang rindang, namun hal itu bisa ditampikkan diera kekinian, bahwa iya, saya bangga menjadi bagian dari LIPI.
Proses seleksi masuknya tidaklah mudah, setelah mendaftar di penerimaan CPNS 2014 melalui online, saya diminta untuk memasukkan berkas berkas yang dibutuhkan untuk proses seleksi administrasi. Setelah lolos proses adminstrasi, maka nomer ujian pun didapatkan. Dengan nomer ujian tersebut menjadikan kita sah untuk ikut test tulisan yang diadakan kementrian terkait. 


Ada ribuan peserta ikut test di kelembagaan LIPI dengan berbagai macam satuan kerja.  Ujian berlangsung begitu transparan, berbeda dengan persepsi saya sebelumnya mengenai test CPNS. Dihadapkan pada sebuah computer untuk menjawab ratusan soal mengenai Kebangsaan, ilmu Hitung, dan Kepribadian.

Hasilnya akan kita tahu ketika kamu menutup soal dilayar monitor. Akan tertera point yang menentukan secara langsung apakah kita layak lolos ketahap seleksi berikutnya ataukah gagal. Dari panitia seleksi CPNS 2014 menentukan nilai ambang batas : TWK : 70, TIU: 75, TKP:126. Artinya, jika pointnya dibawah dari ketentuan tersebut, maka peserta ujian dengan sendirinya dianggap gugur.

Ditahap ini saya mampu lulus dengan nilai yang biasa saja, melewati tahap ini saja sudah bersyukur karena begitu banyak peserta yang harus terhenti langkah nya di tahap ini. Dan tahap selanjutnya adalah test psikologi dan wawancara. Di tahap ini kita selaku peserta seleksi CPNS sudah mengetahui sedikit banyak mengenai kandidat yang menjadi pesaing kita. Untuk formasi kerja yang saya ajukan terseleksi 48 orang peserta untuk 6 kursi yang disediakan.

Test psikologi juga cukup rumit mengingat soal soalnya begitu banyak, baik mengenai logika, intelegensi, karakter hingga tes gambar. Setelah itu memasuki tahap wawancara, dan setelah wawancara, maka tinggal berdoa yang bisa dilakukan untuk menanti kabar apakah lolos atau tidak di ujian seleksi CPNS LIPI.

Cukup lama  untuk menunggu hasil pengumuman test CPNS LIPI, hingga akhirnya saya mengetahui bahwa saya lulus dengan peringkat ke-6 diantara 6 kursi yang disediakan LIPI. Rasa bangga sudah bisa menjadi pilihan dari LIPI. Dan setelah Pemberkasan data dan sebagainya, akhirnya saya menuju kota Bandung, kota dimana saya ditempatkan nantinya.

Selama proses ini saya banyak belajar tentang hidup, bahwa untuk menjadi salah satu yang diterima LIPI mengingatkan saya akan banyak hal, terutama tentang keluarga, bahwa saya percaya keluarga akan memberikan kamu jalan untuk memberikan kamu rejeki tanpa kamu duga akan mampu melakukannya, bukan sebaliknya. Saya percaya bahwa rejeki seorang anak itu ada, saya bukan atau belum orang  yang taat beragama, tapi rencana untuk itu ada. 

Belakangan saya baru mengetahui kalau hari lahir anakku sama dengan  hari lahir LIPI, sebuah lembaga dimana semua ilmu pengetahuan akan dikonversi menjadi amal jariyah utuk hari kelak.
file bulan juli 2010
http://cinephilia-cine.blogspot.com/2010/07/film-expo-asia-bangkok-2010-1.html