Teori Film

Minggu, 24 Januari 2010

konsistensi tematik film film Rako (draft#4)


C. Auteur dan Tematik.
Keistimewaan film film yang dibesut oleh Rako Prijanto merupakan implisitas penjabaran multikulturalisme sebagai salah satu payung besarnya kedalam kompleksivitas ruang film. Ia mengusung polesan status sosial tertentu yang dianggap bertolak belakang, atau melihat kembali budaya yang berusaha disingkirkan. sebagai salah satu bentuk yang bisa menempati ruang didalam film. Melalui film, ia berbicara sebagai generasi muda dalam melihat keragaman kultur dan status yang dimiliki Indonesia, dengan berlatar bahwa Indonesia adalah negara multi etnis, ras, dll, yang notabene sering menjadi konflik perpecahan, cara pandang dan bersikap. Hal ini dapat terlihat dari konsistensi tematik dan karakter dalam film filmnya.


Dari point ini saya mengasumsikan ada nilai implisit, Rako secara tidak langsung berbicara bahwa film sebagai kritik sosial ditengah perkembangan kehidupan urban dalam metropolitan, dan Ia berbicara dengan kapasitasnya sebagai generasi muda ditengah tuntutan film harus mendedikasikan sesuatu pada masarakat dan tuntutan menghindari pemborosan dalam konteks produksi, artinya dedikasi terhadap masarakat bukanlah sesuatu yang mahal mengingat film adalah ‘barang mahal’. Pemaparan inilah yang menjadi pemicu saya dalam mengkaji konsistensi ke-9 film Rako sebagai ‘auteur’ , yang akan saya uraikan nantinya kedalam beberapa aspek (konsistensi tematik, naratif, stylistik), termasuk biografi sutradara yang secara tidak langsung bisa menjadi pemicu bawah sadarnya dalam mentreat setiap karyanya. Dan untuk membuktikan konsistensi tematik dalam film film Rako, maka penulis akan menguraikan tematik dengan mengeksplore elemen elemen seperti: setting, karakter, konflik dan plot, untuk mencari konsistensi tematik tersebut.

ANALISIS

1. Ungu Violet:
Bercerita tentang pengorbanan Lando (Rizki Hanggono), seorang fotografer yang menjadikan Kalin (Dian Sastro) menjadi super model. Sebuah insiden mengakibatkan Kalin kehilangan penglihatan, hingga pengorbanan seorang etnis Cina membuat Kalin kembali mendapatkan penglihatannya.

Lando: sebagai karakter anak muda, morbid (mengidap penyakit,) yang merasa gagal dalam segala hal.

Kalin: sebagai karakter urban yang menjelma menjadi super-star.

Etnis China: sebagai sosok yang terpinggirkan, tetapi tidak dalam hal pengorbanan.

2. D’BIJIS:
Bercerita tentang sekelompok anak Band ‘the Bandits’ yang terpecah oleh kematian sang vokalis yang mengkomsumsi drugs, hingga muncul sosok Asti (Rianti Cartwright) sebagai bidadari penyelamat.

Damon (Tora Sudiro): sebagai gitaris yang membutuhkan ‘pegangan/pandangan’ untuk kembali bangkit dari keterpurukannya. Pertemuannya dengan Asti menghadirkan hal ini.

Asti: sebagai adik dari mendiang vokalis ‘the bandits’, karakter yang paling kuat secara prinsip untuk membuktikan kekuatan dan kebutuhan perempuan ditengah ‘dunia lelaki’ yang depresi karena kegagalannya.

Gendro (Indra Birowo): kehidupannya mewakili kaum urban di kota metropolitan, seorang pengangguran dan selalu berselisih dengan istrinya, oleh karena faktor ekonomi.

Bule (Garry Iskak): Kegagalan ‘the Bandits’ menjadikan ia sebagai kaum minoritas yang tersingkirkan. Statusnya sebagai homosexual membuat ia kehilangan keluarga, namun tidak dalam segala hal.

Soljah: Karakter dengan berlatar etnis China, dan merupakan kunci terakhir dalam membentuk kembalinya eksistensi ‘the Bandits’, ditengah pertentangan personil yang lain


3. Merah Itu Cinta:
Bercerita tentang emosional Raisha (Marsha Timothy) sejak kematian Rama, tunangannya. Emosional tersebut semakin berlarut ketika muncul Aria (Garry Iskak) yang merupakan pasangan gay dari Rama datang dengan perasaan yang sama.

Raisha: karakter yang sangat depresi secara psikologi akibat kehilangan seseorang yang menjadi pegangan hidupnya, karakter ini berbicara tentang kemapanan dalam kesendirian tanpa perlu backround status. Profesi Raisha adalah Pianist.

Aria: berperan sebagai gay yang mencari arti ‘cinta’ itu sendiri sepeninggal Rama yang merupakan pasangannya dan tidak lain dari tunangan Raisha sendiri. Profesi Aria adalah seorang fotografer lepas.

Fani (Inong): statusnya sebagai pelacur yang kerap didiskriminasikan, namun cara pandangnya lebih cemerlang dalam melihat dunia ini.

4. Tri Mas Getir:
Bercerita tentang tiga orang figuran film dengan latar yang berbeda. Ketiganya adalah murid dari perguruan kungfu yang berencana menculik Katrina (Titi Kamal) seorang aktris idola, untuk mempertahankan perguruan mereka dari hutang.

Ciang Fek (Tora Sudiro): karakter etnis China yang selalu ingin populer dan penuh dengan mimpi, kematian kakeknya menuntut dia harus mempertahankan perguruannya.

Sugeng (Indra Birowo): karakter yang penuh dengan permasalahan suami dan istri, pandangan hidupnya semakin sempit ketika dia diramal akan tanggal kematiannya.
Ujang (Vincent Rompies): karakternya penuh konflik dengan ayahnya, keinginannya untuk menaklukkan Katrina pujaan hatinya dihadapkan pada restoran Padang warisan keluarganya.


5. Oh, My God:
Bercerita tentang Ipin (Desta) seorang siswa yang terdiskriminasi dari pergaulan dan menjadi bahan cacian teman teman sekolahnya yang berstatus ningrat, populaer dan mapan secara ekonomi. Ternyata bukan hanya ia saja merasakan hal tersebut, ia pun menggalang kekuatan dari sesama teman yang terdiskriminasikan untuk membuat perubahan, semua ini dilakukan karena perasaan cinta terhadap Tiara (Revalina) siswi populer yang merupakan saingannya, sekaligus panutannya.

Ipin: berasal dari keluarga kurang mampu sehingga ia selalu telat untuk masuk sekolah, karena umurnya, ia menjadi bahan tertawaan teman teman sekolahnya yang menyebut dirinya ‘kaum ningrat’. Kebiasan Ipin adalah bernyanyi.

Tiara: Siswi dengan karakter idaman siswa pria ada pada dirinya, populer, cerdas, kaya, dsb, namun terkesan penurut oleh sikap Ibunya (Maia Estianty) dan pacarnya Marco (Ringgo) yang sangat Borguis. Pandangannya berubah ketika Tiara mengenal Ipin.

Marco: Karakter jagoan kelas yang selalu mengintimidasi siswa yang tidak ‘berkelas’.

6. Krazy Crazy Krezy:
Bercerita tentang persahabatan tiga tokoh dengan latar yang berbeda, Tino, Farid dan Sonny keakraban dan persahabatan yang diawali karena ketiganya jobless dan yang harus hidup di metropolitan Jakarta.

Tino (Vincent Rompies): berasal dari Jogja, sengaja datang ke Jakarta untuk menebus kesalahan Ayahnya yang gagal dalam sebuah Industri Musik di Jakarta.

Farid (Pierre Andre): penipu ulung dari Kuala Lumpur yang melarikan diri dan mencari peruntungan. Di Jakarta dia tinggal bersama teman wanitanya yang ternyata telah menipunya habis-habisan dan membawanya ke dalam masalah yang lebih besar

Sonny (Tora Sudiro): seorang aktor yang gigih berusaha untuk menjadi bintang terkenal

7. Benci Disko:
Bercerita tentang kehidupan Hamdan seorang clubbing-disco, ia menjelma menjadi poligami hingga lahirlah karakter Harim dan Setiawan yang memang tak pernah akur, hingga keduanya dihadapkan pada wasiat sang ayah.

Harim (Tora Sudiro): berlatar dari etnis Arab, faktor ekonomi membuatnya menjadi pelaut sebelum ia kembali untuk menjalankan wasiat ayahnya.

Setiawan (Vincent): berlatar dari etnis China, faktor ekonomi membuatnya menjadi banci, hanya dari faktor ekonomi ia selalu unggul dari saudara tirinya, Tora.

8. Preman in Love:
Bercerita tentang kehidupan Sahroni yang hanya meresahkan masarakat kampung, perasaan cinta menghampirinya ketika seorang gadis yang berprofesi sebagai guru datang kedesanya untuk mengajar. Cintanya pada sang gadis yang yang tak lain anak dari kepala desa mendapat rintangan ketika Vincent seorang poligami bergelar Raden Mas menjadi saingannya.

Sahroni (Tora Sudiro) : karakter Sahroni menggambarkan sosok yang tidak punya sikap, pengangguran, kaum bawah pada masarakat desa, Ia memiliki ‘sikap’ ketika cinta menghampirinya.

Raden Mas Pono (Vincent Rompies): Karakter ningrat yang memiliki segalanya, untuk mendapatkan apapun.
Rini (Fanny Fabriana): Gadis desa anak pak Lurah yang menyelasaikan studinya di kota.

9. Maling Kutang:
Bercerita tentang Sugeni, seorang pemuda yang harus mendapatkan kembali kutang kesayangan nenek yang merupakan peninggalan sang kakek dari tangan Syamsul untuk kelanggengan usaha.
Sugeni (Arie Untung): merupakan karakter pekerja keras, namun kerja kerasnya belum membuat ia mandiri seperti yang diiginkan oleh sang nenek.
Syamsul (Indra Birowo): karakternya adalah sosok yang sangat didominasi oleh istrinya, penurut dalam segala hal, termasuk kepercayaan mistis untuk meraih sukses.

Resume Tematik
Konsistensi karakter: Anak muda yang memiliki jiwa seni, (Fotografer, Musisi, Dancer, Beladiri, Entertainer).
Secara psikologis: Karakter yang rapuh. Status sosial: Urban, kelas bawah.
Konsistensi tema dalam film Rako antara lain mencakup:
- Perempuan lebih ‘kuat’ dari lelaki. Perempuan adalah kekuatan.
- Yang lemah menjadi kuat, yang kuat menyadari kelemahannya. (closure film)
- Pengaruh kota-metropolitan. (setting).
- Setiap yang bernyawa memiliki hasrat-cinta. Sex menyimpang adalah sikap.
- Multigender
- Pengaruh kebudayaan mitos Jawa dan tradisi China .

Kata kunci
Metropolitan: Pusat populasi besar, aglomerasi urban (metropolitan melahirkan pemukiman urban).
Marginal: merujuk ke kelompok bawahan, kelompok sosial minoritas.
Konsistensi Tematik: Kaum muda marginal yang dihadapkan pada gaya hidup metropolitan, kekuatan etnis (keunggulan etnis lain) dan kritik mitos.

0 komentar:

Poskan Komentar