Teori Film

Jumat, 12 Februari 2010

TWO TYPES OF FILM THEORY (iseng aja)

Artikel oleh Brian Henderson ini merupakan titik awal penting yang mengevaluasi ulang teori film oleh eisnstein dan Bazin. Pengkajian teori film ini membuka jalan bagi terciptanya pemahaman yang lebih mendalam tentang mengapa teori film saat ini lebih cenderung mengembangkan alternative-alternatif teori sinema secara keseluruhan dan berusaha bergeser dari aspek interaksi antara kenyataan dengan gambar visual menuju ke interaksi antara subyek visual dengan visual diatas. Pada akhirnya inti dari artikel ini adalah tindak lanjut penyelidikan atas definisi dari teori film itu sendiri dan penerapannya sebagai bentuk murni sebuah teori.



Baik dari sudut filosofi secara umum maupun teori film secara khusus, penggolongan jenis – jenis teori film yang senantiasa berkaitan dengan nilai etika dan estetika seyogyanya memiliki unsure analisis yang tinggi, bisa dipertanggungjawabkan dan akurat. Penggolongan jenis-jenis teori film terbukti jauh berbeda dengan disiplin ilmu lainnya. ; pendekatan secara menyeluruh dalam menyikapi suatu masalah mutlak diterapkan dalam penggolongan teori-teori filosofis. Sedangkan system yang digunakan dalam penggolongan jenis-jenis teori film adalah sebaliknya (potongan-potongan teori yang masih mentah dan belum sempurna bisa dijadikan modal awal pembentukan sebuah teori)-sehingga teori film yang komprehensif dan sempurna masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi para cendekiawan dan sineas.

Itulah sebabnya teori film saat ini selalu mendapatkan rangsangan-rangsangan angina perubahan yang wajib mesti diemban apabila teori tersebut ingin tetap eksis dan relevan karena perkembangan film sejak dulu tahun 1950-an tentunya sangat jauh berbeda dengan teori film klasik. Pengkajian secara mendalam dan seksama tentang teori – teori film sebelumnya merupakan syarat penting yang mesti dilakukan dalam proses pembentukan teori film yang baru.

Ada dua macam teori utama tentang film yang dianggap sebagai tolak ukur teori – teori film lainnya karena memiliki pengaruh yang cukup besar dan berbobot esensinya : mereka adalah teori-teori sebagian-seluruh ( part-whole theories ) yang dikembangkan oleh Eisenstein dan pudovkin serta juga teori – teori keterkaitan dengan kenyataan ( theories of relation to the real).

Perbedaan mendasar pada kedua teori ini berkisar antara pemahaman subyektif dan teknikal dari arti seni dalam perwujudannya pada bentuk penampilan visual dari media film itu sendiri. Doktrin yang dikembangkan oleh Eisenstein berujung pada makna leksikal fotografi yang mana status film hanya bisa dikenakan apabila pola montage/potongn-potongn gambar telah disusun oleh teknik editing yang rapih dan digabungkan menjadi serangkaian visual yang memiliki struktur narasi yang bisa dicerna oleh subjek penonton. Sedangkan teori film yang dikembangkan oleh Bazin lebih menitikberatkan pada hubungan antara objek film dengan penerapa teori dengan sejarah sinema itu sendiri. Ini jelas terlihat dari berbagai esai dan komentarnya yang berkisar pada perjalanan teknis kemajuan fotografi hingga bumbu – bumbu metafora/peribahasa film yang kerap digunakannya.

0 komentar:

Poskan Komentar